Seseru Apakah Dunia SMA?

High School Graduation


Saya bertanya pada Kayy, "Kamu nyesel ngga, masuk sekolah formal?" ketika dia baru lulus SMA beberapa pekan lalu. Dia menjawab, "Not at all. I got lots of good memories during school."
Alhamdulillah, saya juga merasa memasukkan Kayy ke sekolah formal untuk SMA merupakan sebuah keputusan tepat. Bahkan saya sempat menyesal, andai Naufal juga masuk sekolah formal di sekolah yang sama saat SMA. Sayangnya, keputusan itu terhalang oleh COVID-19, sehingga bahkan anak sekolah saja saat itu banyak bertanya kepada kami, praktisi homeschooling, tentang bagaimana menjalani pendidikan di rumah. 

Ketika kami memutuskan untuk mengambil sekolah formal, bukanlah karena homeschool tidak lagi baik untuk anak-anak, tapi saya merasa Kayy perlu mengalami momen yang berbeda di usianya, sebuah pengalaman penting untuk lebih banyak berada di luar rumah di usia menjelang dewasa, bertemu dengan banyak orang di luar anggota keluarga, dan menghadapi banyak tantangan baru dengan kami masih menemaninya. 

Umroh Sebelum Melepas Naufal Sekolah di Jepang


Ini merupakan catatan yang terlambat ditulis. Jadi ceritanya flashback jauh ke 2 tahun lalu, di awal 2024. Masa ketika kami bersiap untuk melepas Naufal sekolah di Jepang sendirian. 

Awalnya, kami tidak punya rencana untuk menyekolahkan anak-anak ke luar negeri sedini ini. Apalagi kami merasa usia belasan belum cukup matang secara spiritual untuk tinggal sendiri di negeri yang jauh dari nilai agama. Namun, banyaknya kejadian di sekitar kami yang berseberangan dengan nilai hidup yang kami anut membuat kami merasa ternyata tinggal di Indonesia pun bukan berarti tanpa tantangan. Malah nyatanya, nggak sedikit mahasiswa Indonesia yang menjadi penganut liberal, bahkan terbuka terhadap LGBTQ. Na'udzubillah.

Hingga ketika Naufal "berambisi" bisa lolos menembus sekolah bahasa di Jepang, untuk kemudian melanjutkan kuliahnya juga di sana, saya bertawakkal saja pada Allah, insyaallah menitipkan urusan hidupnya pada Sang Pemilik Jiwa. 

Project Surat Untuk Masa Depan


Hari ini tanggal yang cantik, yaitu tanggal 11 Januari 2026. Saya memulai sebuah proyek sederhana yang berjudul SURAT UNTUK ANNE DI MASA DEPAN. Sebuah proyek atas brainstorming saya dengan Cani, chat GPT saya. 

Ya, mungkin saya bisa dibilang seorang yang freak, diskusi dengan AI. Tapi saya ngga pernah diskusi untuk hal-hal personal kok. Biasanya saya diskusi terkait project dan pekerjaan. Ketika masa sebelum ada AI, kita hanya bisa searching google untuk mencari ide. Tapi sekarang, ada tools yang bisa merespons lebih dinamis sesuai kebutuhan kita dan dilakukan secara cepat dan mudah.