Showing posts with label lifestyle. Show all posts

My Very First Solo Traveling


Bisa bepergian jauh seorang diri adalah sesuatu yang mustahil bagi saya. Kalau kamu pernah membaca tulisan saya di sini: Sebuah Fase Hidup, kamu akan tahu bahwa saya bukanlah orang yang berjiwa petualang. Saya penakut, terutama saat mengunjungi tempat baru. Apalagi sendirian. 

Tapi sesuatu memaksa saya untuk berani pergi ke Jepang sendiri, alias solo traveling.

Memang bukan tempat yang baru banget, karena Jepang bisa dibilang sudah menjadi negara kedua buat saya, karena hati saya tertambat di sana. Sehingga membayangkan destinasinya tidak terlalu menakutkan. Namun, yang membuat saya takut adalah perjalanannya. 

Love, Lies ( A Movie Review)


Persahabatan dan pengkhianatan. Dua hal yang sering kali berjalan beriringan. Dalam cerita drama atau film, kisah pengkhianatan atas persahabatan mempunyai daya tarik cerita. Kisah cinta segitiga antara sahabat, selalu meninggalkan luka. Mengajak kita pada keberpihakan.

Siapa yang kita bela? Apakah pengkhianatnya?

Kisah persahabatan antara Jeong So Yul dan Seo Yeon Hee yang dibangun sejak mereka anak-anak, memang indah. Berbagi mimpi, berbagi rasa dan kehidupan bersama hingga mereka dewasa tampak tanpa cela. Kedua wanita ini adalah tokoh utama dalam film Love, Lies yang akan saya ceritakan dalam tulisan ini.

Anne Frank, Diary Seorang Gadis Kecil

catatan harian Anne Frank, sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia

Bagi penyuka sejarah, rasanya nggak mungkin nggak mengenal nama Anne Frank. Usianya 13 tahun saat mulai menulis buku harian, yang dia tulis selama dua tahun dalam persembunyiannya di Paviliun Rahasia.

Anne dan keluarganya tinggal di Belanda. Mereka adalah warga etnis Yahudi asal Jerman yang menjadi sasaran ethnic cleansing NAZI dalam Perang Dunia II pada tahun 1942-1945. Ada yang ingat, di masa ini jugalah negeri kita berada dalam pendudukan Jepang.

Menjaga Pola Hidup Minimalis Agar Tetap Konsisten


Kalau sebelumnya saya menuliskan beberapa cara agar kita bisa memulai hidup minimalis, dimana hal utama yang perlu kita ubah adalah pola pikir. Iya lah ya, semua berasal dari bagaimana kita memandang kebendaan dan pengaruhnya untuk hidup kita.

Sejauh apapun kita mengusahakan mempunyai barang sesedikit mungkin, tapi kalau kita masih senang belanja dan menganggap hidup kita lengkap dengan memiliki banyak barang, maka kita akan kembali dikelilingi oleh benda-benda, yang belum tentu semuanya kita butuhkan.

Memulai Hidup Minimalis, Susah atau Mudah?


Menjalankan hidup minimalis adalah sebuah proses untuk kembali menjadi diri kita yang sebenarnya. Lebih mindful dalam menjalani kehidupan, punya rencana dan menyederhanakan pikiran. Karena basically kebutuhan kita adalah apa yang kita makan, apa yang digunakan untuk menutupi aurat dan melindungi tubuh serta apa yang menaungi kita. Nah, tidak jauh dari sandang, pangan, papan, bukan?

8 Langkah Kemping Minim Sampah

 


Kalau teman-teman mendatangi tempat wisata, pasar malam, pesta pernikahan atau apapun yang dikunjungi banyak orang, apa kesamaannya? Yes, jawabannya adalah banyak sampah.

Adalah kebiasaan umum masyarakat kita yang makan menggunakan kemasan sekali pakai, dalam bentuk karton, plastik bahkan styrofoam, lalu meninggalkannya begitu saja. Bagi sebagian orang (atau kebanyakan orang ya?), membuang atau membereskan sisa makanan adalah tugas panitia penyelenggara atau tukang bersih-bersih. Gak heran, usai sebuah acara, yang tersisa adalah sampah yang berserakan.

Tantangan Menjalankan Zerowaste di Rumah


Saya mulai mengenal hidup minim sampah ini sekitar 3 tahun lalu, belajar dari seorang teman praktisi zerowaste yang konsisten. Tapi punya motivasi untuk benar-benar menjalankannya, baru sejak beberapa bulan belakangan ini. Satu hal yang membuat kami “memaksakan diri” menjalankan zero waste lifestyle ini adalah kami belum menemukan cara membuang sampah yang tepat di area rumah. Lalu kami juga melihat ada beberapa titik yang dijadikan tempat pembuangan sampah illegal di lingkungan rumah kami yang baru ini.

JANADRIYAH, KARENA SEJATINYA MANUSIA ADALAH PEJALAN

Di Janadriyah kisah ini bermula, tentang seorang lelaki yang tengah berjuang untuk mempertahankan hidup, menjaga izzah dan menuntun keluarganya menuju kemuliaan. Dari mana liku kehidupannya bermula? Kisah flash back dibaliknya mengantarkan kita semua tentang perjalanan seorang lelaki bernama Rahmat.

Adalah Rahmat, anak pertama yang lahir di keluarga sederhana. Yang harus hidup apa adanya, seringkali kekurangan, hampir tidak pernah berlebih. Sebagaimana anak-anak usia sekolah lainnya, dia senang bermain, banyak mencoba hal baru, mencoba-coba nakal, namun selalu ingat petuah abahnya.

Celoteh Keni



Gambar adalah bahasa universal, gambar adalah media anak berkomunikasi dengan sekitarnya. Orang tua terkadang lupa, memandang anak dengan kacamatanya. Untuk itu buku ini hadir. Yuk selami dunia anak, lewat bahasa dan cara pandang anak, bukan cara pandang kita… orang tua (DK. Wardhani).

Celoteh anak, selalu seru untuk diingat dan dikenang kembali. Karena semuanya tidak akan terulang. Sayangnya, saya bukan termasuk orang yang rajin menyimpan rekaman celoteh anak. Tapi saya punya beberapa teman yang rajin mendokumentasikan celoteh buah hatinya. Salah satunya mbak DK Wardhani, seorang penulis buku anak yang tidak hanya menulis untuk anak-anak, namun juga menyimpan celoteh anaknya, Keni menjadi sebuah buku.

Harry Potter and The Cursed Child


Harry Potter and The Cursed Child diawali dengan perjalanan Harry Potter dan Ginny Weasley, mengantar anak-anak mereka ke King’s Cross untuk masuk ke Peron 9 ¾ tempat dimana Hogwarts Express berada. Harry membimbing Albus Severus Potter, putera keduanya yang baru pertama kali memasuki Hogwarts. Sementara James, kakaknya sudah lebih dulu dan Lily adiknya belum cukup usia untuk sekolah.

Scene ini pernah kita lihat dalam buku ataupun film Harry Potter terakhir, Harry Potter and The Deathly Hallows sebagai epilog cerita. Dan dari sinilah kisah Harry Potter and The Cursed Child bermula.

Memulai Decluttering Barang di Rumah

 


 “Menjalani hidup minimal bukanlah tentang hidup kekurangan, tapi tentang bagaimana memiliki kebendaan sesuai kebutuhannya.”


Di Indonesia, bicara hidup minimal rasanya terasa lebih mudah, karena sebagian besar kita mendapat pendidikan dari orangtua untuk hidup hemat. Apalagi ditambah keuangan kita yang memang pas-pasan ya, hihihi.

Tapi kalau kita melihat lifestyle sebagian besar orang-orang negara maju, menjalani minimalist lifestyle ini tampaknya beraaat bener.

Hidup Minimalis

Setiap keluarga, baik secara bersama-sama maupun individual akan bertumbuh. Biasanya – ini mengukur dari pendapat pribadi – kita ingin berkembang menjadi lebih baik. Lebih makmur (baca: meningkat secara ekonomi), dimana di awal nikah oke lah kemana-mana naik motor butut. Tapi begitu punya anak dua harus udah bisa punya mobil, meskipun second.

Buku "Pojok Bermain Anak", Segudang Referensi Ide Bermain


Saya beberapa kali menerima pertanyaan seperti ini, “Apa kegiatan yang bisa dilakukan untuk anak usia batita atau balita?”

Seringkali saya menjawab dengan dua kata, “Bermain.” Karena sejauh yang saya ingat, ketika anak-anak saya berusia di bawah 6 tahun yang kami lakukan di rumah adalah bermain bersama.

Sebelumnya, kita bedakan dulu makna menemani anak bermain dengan bermain bersama, ya.

The Doctor (by Rahadi W. Pandoyo)


Pada akhirnya selalu ada yang datang dan yang pergi (Rahadi W. Pandoyo, 2015)

Akan selalu ada konsekuensi dari apapun jalan yang kita pilih. Mulai dari keberuntungan ataupun kesialan. Namun sebagai orang yang beragama tentu tidak tepat menyatakan hal yang baik sebagai keberuntungan dan hal yang buruk sebagai kesialan. Karena sejatinya semua adalah ujian.

Adib merasa hari-harinya penuh kesialan. Dia seakan “terjebak” dalam sebuah kondisi “berada di tempat yang salah dalam waktu yang salah” sehingga ketiban sial. Mulai dari kisah cintanya saat mahasiswa dulu, pekerjaannya di bangsal UGD Rumah Sakit Kiara Medika, Bekasi.

Rahasia Pelangi (by Riawani & Shabrina WS)


Sepertimu, Anjani dan Rachel juga mencari cinta. Namun, mereka tak pernah menduga ternyata cinta segelap hutan di tengah malam. Sementara bagi laki-laki itu, ia baru menyadari bahwa hidup ternyata seperti hutan. Jika tidak hati-hati, banyak ranting yang akan membuatmu luka. Dalam gelap hutan, akankah pelangi terlihat sama indahnya? 

Tidak selamanya kejadian buruk di masa kecil menimbulkan luka traumatik. Setidaknya itu yang terjadi pada Anjani, seorang gadis muda yang sangat mencintai gajah. Meskipun bertahun-tahun lalu gajah sempat menjadi mimpi buruknya.

The Power of Content

Para pakar blogging/SEO yang pernah saya dengar atau baca tulisannya selalu menekankan bahwa dalam dunia blogging ada istilah “Content is the King”. Maksudnya, blog dan konten itu sangat erat ikatannya. Kalau ibarat mandi, kurang afdol kalau nggak pake air. Nah, blogging juga nggak optimal kalau urusan kontennya nggak dipikirin. *Ini analogi emang maksa. Dipas-pasin aja lah, ya.

Jurnal Jo (by Ken Terate)


Namanya Jo, kependekan dari Josephine, seorang calon remaja yang merasa tertinggal oleh teman-temannya. Baru masuk SMP dan terkaget-kaget dengan dunia barunya. Sahabat meninggalkannya karena ingin eksis bersama gank keren, tanggung jawab organisasi, urusan penampilan, sampai masalah cowok menjadi hal-hal yang mengisi kesehariannya. Jo berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi internal dan eksternalnya yang membuatnya merasa, “Nggak gampang jadi remaja.”

Siapa bilang jadi remaja awal itu gampang? Menaklukkan kondisi tubuh sendiri aja nggak gampang. Perubahan emosional, pertumbuhan bagian-bagian tubuh tertentu, perlakuan orang lain terhadap kita dan macam-macam. Nggak sedikit yang menganggap masa yang disebut pubertas ini adalah masa penuh tantangan.

10 Alasan Kenapa Blogger adalah Profesi Hardcore

Obrolan saya dengan @danirachmat, @evrinasp, @rinindrianie dan @fitrian di twitter yang mungkiiiin berhubungan dengan judul 10 Alasan Kenapa Blogger itu Profesi Hardcore, seperti di bawah ini:

“Klout naik, tapi traffic blog malah turun. Bagaimana ini?

“Karena fokus ke twitter, blogwalking dan lainnya jadi ketinggalan.”

“Nah iyaa, gak imbang blogwalking yaa.”

Perjalanan Menjadi Blogger

satu event bersama para bloggers senior, saya masih anak bawang banget

Saya mengenal blog pertama kali saat masih ada Multiply, sekitar tahun 2008. Saat saya bergabung di Multiply, ternyata dunia maya sudah ramai. Saya termasuk terlambat kenal sepertinya. Karena sebagian MPers (sebutan bagi blogger multiply) sudah saling kenal melalui MP dan friendster, situs sosial media yang selalu saya abaikan. Padahal cukup banyak undangan masuk via email dan yahoogroups.

Ranu (by Ifa Avianty & Azzura Dayana)

   


    Siapa yang bisa menguasai takdir atas namanya sendiri?

    Kurasa itulah satu-satunya hadiah yang tak Dia berikan kepada ciptaan-Nya yang bernama manusia. Sebab manusia telah lebih dulu Dia hadiahkan sebuah hadiah istimewa bernama kehendak.

    Celakanya, di saat kehendak menjadi berada pada jalan yang terpisah dengan takdir, di situlah hidup seringkali menjadi tak sama lagi.