Showing posts with label homeschooling. Show all posts

Persiapan Kuliah di Jepang


Kisah perjalanan Naufal dalam memilih pendidikan akhir penuh lika-liku. Semua tidak dimulai sejak dia berada di kelas akhir usia SMA, namun sudah dimulai sejak memasuki jenjang SMA. 

Di awal-awal, karena saat itu memang masih masa pandemi, kami belum intens mendaftarkan Naufal di PKBM. Meskipun kami sudah ada target, PKBM mana yang akan dipilih, yaitu Rumah Belajar Berkemas.

Masa-masa Akhir Homeschooling


Lika-liku homeschooling di keluarga kami, yang selama ini saya ceritakan prosesnya di blog ini sejak awal menimbang, hingga kisah perjalanannya, akhirnya tiba di titik akhir. Di tahun 2024 ini, kami resmi tidak lagi menjadi praktisi homeschooling. 

Banyak hal yang kami syukuri selama proses homeschooling untuk mempersiapkan anak-anak hingga ke titik ini, diantaranya adalah kemandirian, kemantapan dalam memilih jalur pendidikan lanjutan, amunisi untuk belajar bersama orang lain dan kesiapan mental. 

Time Management Homeschooling Mom and Working Mom

      

homeschooling sakolabumi

      Modal terbesar seorang homeschooling mom bukanlah kemampuan mengajar untuk anak-anaknya. Bukan juga skill dalam hal membuat craft, kreativitas atau menciptakan sistematika belajar yang menarik untuk anak-anak. Semua hal tersebut memang akan memberikan nilai tambah dalam keberlangsungan aktivitas homeschooling, terutama saat anak-anak masih full perlu pendampingan. Namun hal paling pertama yang dibutuhkan oleh seorang homeschooling mom adalah WAKTU.

Hal-hal seperti kreativitas dan sebagainya, seperti yang saya tuliskan di atas, bukanlah kebutuhan esensial. Karena dalam perjalanannya, kita bisa saja menggunakan fasilitas yang sudah tersedia, seperti media belajar di internet atau mengajak anak-anak untuk belajar melalui seorang yang mempunyai kapabilitas khusus di bidang yang ingin dipelajari.

Siapkah Saya Menjadi Homeschooling Mom?


Pertanyaan ini akan sama vibe-nya seperti pertanyaan yang kita ajukan kepada diri sendiri sebelum punya anak. 

Siapkah saya menjadi seorang ibu? 

Sebuah pertanyaan retoris yang kita ajukan pada diri sendiri. Yang sebetulnya, apabila kita sudah berani menyatakan pertanyaan seperti ini, artinya kesiapan kita sudah terisi separuhnya. Betul, nggak? Karena mereka yang sama sekali belum terpikirkan untuk membangun keluarga, tentu nggak akan sampai menanyakan hal ini. 

Berbagai Alasan Memilih Homeschooling


Pemahaman orang-orang mengenai homeschooling hingga saat ini masih sangat beragam. Apalagi seiring dengan menjamurnya lembaga belajar yang menyediakan metode belajar informal menggunakan kurikulum sekolah dan menamakannya HOMESCHOOLING, semakin meminggirkan makna homeschooling yang sejak awal dibangun oleh inisiatornya. 

Banyak orangtua yang kemudian mengeluarkan anak-anaknya dari sekolah formal dan memindahkannya ke lembaga belajar informal ini untuk belajar namun dengan kurikulum yang lebih fleksibel dan cair. Apalagi sejak pandemi, pilihan ini mengerucut menjadi sistem belajar online, yang lebih-lebih fleksibel lagi. 

Antara Dua Pilihan, Sekolah atau Homeschooling?

Menjelang akhir tahun ajaran baru, adalah masa-masa penuh kegalauan bagi sebagian orang yang sedang mempertimbangkan memilih homeschooling. Saya jadi teringat ke masa ketika kami berada di posisi yang sama. Ingin mencoba menjadi praktisi homeschooling, menimbang-nimbang apakah ini keputusan yang tepat dan mencari jalan bagaimana cara memulainya. 

Adakah yang merasakan hal yang sama? 

Ujian Kelulusan SMA Melalui PKBM Jalur Formal


Mungkin ada yang bertanya-tanya, kenapa jalur formal? Karena seperti yang kita tahu, pendidikan melalui metode homeschooling dan mengikuti ujian paket di PKBM itu adalah  jalur informal. 

Jadi ternyata, sebagai homeschooler anak-anak kita tetap bisa mengikuti ujian kelulusan sekolah melalui jalur formal. Terutama bagi jenjang SMA. 

Jumpalitan Homeschooling Mom

Kemarin saya bercakap-cakap dengan Kayy, putri bungsu saya yang berusia 14 tahun. Kami berbincang tentang cita-cita. Dia punya banyak pilihan dalam tujuan masa depannya, sehingga masih belum terlalu fokus pada satu bidang. Jadi kami membahas tentang berbagai kemungkinan dari pilihan-pilihan yang kelak akan dia ambil.

Dalam obrolan tersebut, terselip juga cerita masa lalu saya. Tentang bagaimana saya merumuskan cita-cita hingga kemudian memilih untuk menjadi dokter gigi. Lalu juga membahas tentang apa cita-cita terbesar yang pernah saya punya.

Refleksi Homeschooling di Masa Pandemi 2020


Tahun 2020 merupakan tahun spesial dan bersejarah dalam sejarah hidup manusia yang hidup di era ini. Semua pasti merasakan perjuangan dan hikmahnya masing-masing. Tahun ketika semua rencana kita berubah 360 derajat. Tahun ketika kita bisa memaknai bahwa sebaik apapun manusia berencana, takdir Allah bisa mengubahnya dalam waktu singkat.

Sejak pandemi hadir di Indonesia di bulan Maret, semua bentukan rencana dan hal-hal yang sudah dipersiapkan, menjadi mentah-sementah-mentahnya. Tak ada yang mampu mengembalikannya, bahkan hingga detik saya menulis ini, kita masih berada di tengah pandemi yang entah kapan usainya.

Mengatur Agenda Keseharian Homeschooling

 


Jadi, bagaimana sih keseharian para homeschoolers? Boleh ngintip dong….

Ada aja lho yang penasaran, hehehe. Tapi memang ya, di awal-awal homeschooling saya juga suka penasaran kepingin kepoin keluarga lain, ngapain aja sih sehari-harinya. Kegiatan saya udah bener belum? Saya udah ada di track yang benar atau salah?

Padahal ya Gaes, nggak ada yang salah atau benar dalam kegiatan homeschooling. Selama kita melakukannya penuh kesadaran dan kita terus berlatih untuk menjalani kehidupan sesuai pakem-pakem kehidupan yang kita anggap prinsip.

Memulai Homeschooling Bagi Pemula

Teman-teman, kalau kita sudah memahami konsep HS itu seperti apa dan tidak ada lagi kerancuan pemahaman tentangnya, maka keputusan untuk memilih menjadi praktisi HS ada di tangan teman-teman sebagai orangtua dan di tangan anak.  

Tentu kita nggak bisa secara sepihak untuk memutuskan HS, tanpa persetujuan anak-anak, karena sejatinya anak-anaklah adalah pelaku HS itu sendiri. Dan anak-anak kita juga perlu diberi pehamahaman agar tahu apa yang akan dijalani dan bagaimana konsekuensinya. 

Menimbang Homeschooling di Masa Pandemi COVID19


Tema homeschooling sedang meningkat di berbagai kelompok obrolan di media sosial. Sebagiannya justru diangkat oleh non praktisi, alias teman-teman yang anak-anaknya bersekolah formal. Mengingat kondisi sekolah online yang masih belum jelas arah dan lamanya. Wacana kembali ke sekolah pun terasa bagaikan momok yang menakutkan karena negeri ini belum “suci” dari virus corona.

Sehingga, banyak orangtua yang melirik alternatif untuk ber- homeschooling, dengan asumsi homeschooling adalah sekolah di rumah.

Nah, kalau homeschooling artinya sekolah di rumah, lalu adakah bedanya dengan school from home, yang sudah diterapkan selama karantina pandemik COVID19 ini?

20 Butir Filosofi Pendidikan Charlotte Mason, bagian 1

 


Dalam bukunya, Charlotte Mason menuliskan prinsip-prinsip pendidikan yang dituangkan dalam 20 butir filosofi. Sebelum lebih jauh membaca ke-10 butir pertama dalam tulisan ini, silakan membaca apa itu pendidikan ala Charlotte Mason dalam tulisan berikut: Apa Yang Ingin Kamu Ketahui tentang CM?

Berikut butir-butir Filosofi Pendidikan Charlotte Mason:

Charlotte Mason, Apa yang Bisa Kita Pelajari Darinya?


Charlotte Mason adalah seorang guru yang berasal dari Inggris, yang mendirikan sebuah sekolah yang berbeda dengan sekolah pada umumnya di jamannya, Era Victoria. Prinsip-prinsip pendidikan Charlotte Mason atau yang dikenal dengan CM, hingga kini masih digunakan terutama oleh para keluarga yang menerapkan homeschooling di keluarga mereka.

Dalam tulisan ini, saya ingin membuat sedikit ringkasan dari highlighted notes yang saya buat saat membaca buku “Cinta Yang Bepikir” karya Ellen Kristi. Kalau teman-teman ingin mengenali pola pikir dan prinsip pendidikannya secara lengkap silakan langsung membaca buku tersebut. Atau lebih dalam lagi membaca 6 Volume buku tulisan Charlotte Mason langsung.

Petualangan itu Bernama Motherhood

bangga menjadi seorang ibu
 “Mi, I think you are the craziest mum I know.”

I wonder, if other mum ever done that kind of thing like what you did, Mi. It’s silly.”

Semacam itulah komentar anak-anak saya, yang sekarang usianya 17 dan 13 tahun. Mereka sering geleng-geleng kepala lihat kelakuan saya. Dorong-dorongan, tickle fight, jojogetan nggak jelas, nyanyi dengan suara asal. Kadang mereka bilang, “If your friend knew you were this silly, what would they say?”

Eksplorasi, Langkah Kecil untuk Melompat Jauh

 


“A JOURNEY OF A THOUSAND MILES BEGINS WITH A SINGLE STEP”

Quote ini menggambarkan seluruh perjalanan OASEksplorasi 2019 yang baru saja dilakukan oleh anak-anak penggalang Pramuka Klub Oase beberapa hari lalu.

Saya masih ingat perjalanan Eksplorasi pertama Naufal di tahun 2016 ke Bandung bersama Tim Jahe. Perjalanan tersebut yang mengawali banyak langkah Naufal setelahnya hingga dia mengikuti program live-in di Banyumas selama satu bulan pada Oktober – November lalu.

Road to Eksplorasi Pakis Banyumas

 

tim Pakis dan mentornya

Kira-kira 1 bulan lalu, Naufal memutuskan akan ikut kegiatan live-in (eksplorasi) di Mts Pakis selama satu bulan lamanya bersama 4 orang temannya yang lain, yaitu Kaysan, Alevko, Anja dan Ratri.  Dan selama dua pekan terakhir ini, obrolan kami banyak seputar persiapan ke sana. Salah satunya, dia harus menyelesaikan tantangan membaca buku Pakis yang berkisah tentang kegiatan di sana, kemudian membuat reviewnya.

So far, dia memang tertarik, apalagi setelah mendapat gambaran dari buku itu. Namun di beberapa hari lalu, semangatnya menurun. Ekspektasinya, ketika live-in di Banyumas ini, dia akan tinggal bersama dua orang temannya yang lain (Alev dan Kaysan) dan bersama-sama terus. Namun ternyata, di sana dia akan tinggal berama keluarga lokal sendiri-sendiri. Nantinya dia akan tinggal bersama satu orang temannya yang asli sana dan blend bersama keluarga asuhnya.

Ketika Anak Kita Mulai Traveling Sendiri

 


Sungguh, urusan melepas anak, yang banyak mengalami penderitaan adalah orangtuanya. Masih ingat ketika menyapih? Siapa yang paling berat? Orangtuanya, kan. Karena ada perasaan nggak tega. Padahal anak hanya perlu pengondisian dan pembiasaan. Begitu juga ketika memisahkan anak tidur sendiri, banyak nggak tega.

Ketika usia anak makin besar, kita makin dihadapkan pada proses lepas melepas. Sampai akhirnya nanti ketika anak kita menikah dan pergi bersama keluarga barunya (huuuuhuuuu, belum berani membayangkan).

Buku "Aku Belajar, Tapi Gak Sekolah" Karya Anak HS

selain menulis, Naufal juga menjadi ilustrator untuk buku ini

Menulis merupakan media untuk mengabadikan pengalaman hidup dan buah pikiran. Ini kalimat yang kami share kepada para adik-adik peserta Oase Juru Tulis term 2018 lalu.

Klub Oase memiliki beberapa unit kegiatan, salah satunya adalah Juru Tulis dimana adik-adik (ini sebenarnya anak-anak kami, tapi kami memosisikannya sebagai kakak-adik supaya akrab) mendapat kesempatan untuk menuangkan pengalaman dan perasaan tentang perjalanan homeschooling mereka.

Mengikuti Ujian Paket A di PKBM

di lokasi tempat ujian paket A berlangsung

Masih banyak yang bertanya kepada saya, bagaimana caranya anak homeschooling bisa ujian kelulusan? Apakah sama seperti anak-anak sekolah formal pada umumnya, atau ada ujian khusus? Jawabannya saya, bisa keduanya.

Namun, sebelum saya menjelaskan tentang jalur-jalur ujian yang bisa diambil oleh anak-anak HS, perkenankan saya bercerita dahulu tentang pengalaman anak saya, Naufal, mengikuti ujian kelulusan tingkat SD beberapa bulan lalu.