Seseru Apakah Dunia SMA?

High School Graduation


Saya bertanya pada Kayy, "Kamu nyesel ngga, masuk sekolah formal?" ketika dia baru lulus SMA beberapa pekan lalu. Dia menjawab, "Not at all. I got lots of good memories during school."
Alhamdulillah, saya juga merasa memasukkan Kayy ke sekolah formal untuk SMA merupakan sebuah keputusan tepat. Bahkan saya sempat menyesal, andai Naufal juga masuk sekolah formal di sekolah yang sama saat SMA. Sayangnya, keputusan itu terhalang oleh COVID-19, sehingga bahkan anak sekolah saja saat itu banyak bertanya kepada kami, praktisi homeschooling, tentang bagaimana menjalani pendidikan di rumah. 

Ketika kami memutuskan untuk mengambil sekolah formal, bukanlah karena homeschool tidak lagi baik untuk anak-anak, tapi saya merasa Kayy perlu mengalami momen yang berbeda di usianya, sebuah pengalaman penting untuk lebih banyak berada di luar rumah di usia menjelang dewasa, bertemu dengan banyak orang di luar anggota keluarga, dan menghadapi banyak tantangan baru dengan kami masih menemaninya. 

Saya berekspektasi Kayy akan aktif berorganisasi di SMA, mencoba kepanitiaan acara sekolah, dan bertemu teman-teman dengan karakter yang berbeda. Mungkin ada yang cocok buat dia dan ada yang tidak cocok, sehingga dia belajar mengatasi masalah pertemanan. Naksir/ditaksir cowok, bertengkar dengan teman, kritis terhadap kebijakan sekolah, diskusi dengan sebaya, guru, dan adik/kakak kelas, ikut lomba-lomba, dan sebagainya. Dan alhamdulillah, semuanya sudah dicobanya dan dia sudah melewatinya dengan baik. 

Karena kami adalah keluarga homeschooling, semua tahapan yang kami rencanakan, kami evaluasi juga perkembangannya. Ini selalu menjadi bahan diskusi kami di keluarga bahwa dia melewati tahapan yang benar, tidak menyeberangi jalur yang salah, dan memastikan dia juga selalu menetapkan target serta melakukan self-evaluation atas pencapaiannya. 

Ada beberapa keberhasilan yang kami catat, diantaranya:
1. Minat dalam Jurusan Kuliah
- Di kelas X, Kayy berhasil menemukan passion dan bidang apa yang ingin dimasuki saat kuliah. 
- Rasanya semua orang yang mengenal dia akan menduga dia pasti memilih seni atau animasi sebagai jurusan kuliah, dan memang itulah yang sempat dia sampaikan pada awalnya kepada guru BK-nya. 
- Dalam perjalanan di semester pertama, Kayy berkenalan dengan mapel kimia dan biologi, sehingga dia sempat bilang ingin ambil jurusan Biokimia IPB
- Di akhir kelas X, dia memutuskan untuk lebih menyukai biologi daripada kimia dan ingin lebih fokus pada biologi.
- Dia selalu dan akan selalu menyukai seni dan terus belajar untuk meningkatkan skill-nya. Namun, targetnya di dunia seni adalah profesi sekunder, bukan yang utama. 

2. Tetap Berkarya di Dunia Seni
- Ada beberapa catatan prestasinya di dunia seni, misalnya karyanya memenangkan seleksi sebagai karya terbaik di sekolah
- Terpilih menjadi pengurus OSIS di bidang Seni dan Budaya
- Bertanggung jawab dalam membuat ilustrasi untuk event sekolah melalui OSIS
- Mengikuti lomba ilustrasi di luar sekolah
- Membuat ilustrasi untuk merchandise
- Membuat logo yang digunakan oleh sekolah
- Di akhir masa sekolah, dia menghadiahkan gurunya sebuah sketsa diri guru tersebut dan diberi bingkai 

3. Berprestasi Akademik
- Nilai raportnya meningkat terus hingga tahun terakhir sekolah, rapotnya mendapat GPA 4,00
- Menjadi salah satu siswa yang eligible mengikuti SNBP meskipun tidak lolos
- Mendapat penghargaan The Best Effort student
- Mendapat apresiasi dari guru-guru
- Mendapat Medali Emas Olympiade Bahasa Inggris tingkat Provinsi Banten
- Mengikuti OSN Biologi, terpilih sebagai wakil sekolah

4. Mengikuti Event Internasional
- Berkesempatan menjadi delegasi sekolah mengikuti AYMUN di Kuala Lumpur tahun 2025

5. Aktif di Kegiatan Sosial
- Masuk menjadi pengurus OSIS dan dipercaya dalam beberapa tanggung jawab besar
- Menjadi pengurus di PMR meskipun aktivitasnya tidak terlalu banyak
- Mengajar TPA setiap Ramadhan

6. Self Improvement
- Kemampuan sosialisasi 
- Kepercayaan diri
- Public speaking
- Peer teaching
- Hafalan Al Qur'an
- Kemampuan literasi
- Kemampuan research

7. Memperoleh jalan untuk kuliah di jurusan impian: ITB jurusan Biologi (SITH)

Alhamdulillah, catatan saya mengenai perkembangan yang dicapai Kayy selama bersekolah formal selama 3 tahun. Catatan tidak resmi ini saya buat sebagai pengingat saya, dan dokumentasi pribadi kelak hingga anaknya dewasa dan meraih impiannya yang lebih tinggi. Bahwa dalam satu fase hidupnya, ada momen berharga yang bisa diingat kembali. Mungkin tidak spesifik, tanpa nilai yang jelas karena hanya berupa catatan sederhana, namun semoga berharga sebagai sebuah kenangan yang indah. 


No comments

Show me that you visited this blog. Thanks!