Tema homeschooling sedang meningkat di berbagai kelompok obrolan di media sosial. Sebagiannya justru diangkat oleh non praktisi, alias teman-teman yang anak-anaknya bersekolah formal. Mengingat kondisi sekolah online yang masih belum jelas arah dan lamanya. Wacana kembali ke sekolah pun terasa bagaikan momok yang menakutkan karena negeri ini belum “suci” dari virus corona.
Sehingga, banyak orangtua yang melirik alternatif untuk ber- homeschooling, dengan asumsi homeschooling adalah sekolah di rumah.
Nah, kalau homeschooling artinya sekolah di rumah, lalu adakah bedanya dengan school from home, yang sudah diterapkan selama karantina pandemik COVID19 ini?




