Anne Frank, Diary Seorang Gadis Kecil

catatan harian Anne Frank, sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia

Bagi penyuka sejarah, rasanya nggak mungkin nggak mengenal nama Anne Frank. Usianya 13 tahun saat mulai menulis buku harian, yang dia tulis selama dua tahun dalam persembunyiannya di Paviliun Rahasia.

Anne dan keluarganya tinggal di Belanda. Mereka adalah warga etnis Yahudi asal Jerman yang menjadi sasaran ethnic cleansing NAZI dalam Perang Dunia II pada tahun 1942-1945. Ada yang ingat, di masa ini jugalah negeri kita berada dalam pendudukan Jepang.

Keutamaan Menuntut Ilmu dan Pentingnya Belajar

Sebagaimana yang kita ketahui, Allah memberikan 3 potensi dasar manusia. Yaitu fisik/jasmani/badan; ruhiyah/rohani/qalb; akal/otak/pemikiran/fikroh. Ini adalah bekal yang Allah titipkan pada kita, agar kita bisa menjalankan apa yang Allah maksudkan dalam penciptaan manusia.

Tujuan Allah menciptakan manusia apa?

Adab Mengajarkan Al Quran

Sebelum saya memaparkan tentang pembahasan adab mengajarkan AL Qur’an ini, izinkan saya membuat sebuah disclaimer bahwa sebetulnya saya belum merasa pantas untuk sharing materi ini. Karena apa yang dibahas terkait adab mengajarkan Al Qur’an ini rasanya buat saya masih jauh panggang dari api. Masih jauh pelaksanaannya.

Jadi apa yang akan saya paparkan, sejatinya merupakan nasihat buat diri saya yang masih perlu diingatkan terutama terkait amalan-amalan yang berhubungan dengan Al Qur’an.

Keliling Makassar Dalam Tiga Hari


Ini adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Pulau Sulawesi. Sebelumnya, saya merasa Sulawesi adalah tempat yang jauuuh dari Jawa. Membayangkan akan ke sana rasanya nggak ada. Alhamdulillah tanpa rencana panjang, alias dadakan, saya dan suami mendapat kesempatan liburan berdua saja ke Bumi Angin Mamiri ini.

Sebelum menjejelajah Makassar, kami jalan-jalan dahulu ke Toraja, baru setelahnya kami keliling Makassar.

Makassar adalah kota di pesisir pantai yang cantik, tidak terlalu ramai dan punya banyak daerah wisata yang cukup dekat satu sama lain. Dalam tiga hari, saya dan suami bisa mendatangi banyak obyek wisata yang seru.

Refleksi Homeschooling di Masa Pandemi 2020


Tahun 2020 merupakan tahun spesial dan bersejarah dalam sejarah hidup manusia yang hidup di era ini. Semua pasti merasakan perjuangan dan hikmahnya masing-masing. Tahun ketika semua rencana kita berubah 360 derajat. Tahun ketika kita bisa memaknai bahwa sebaik apapun manusia berencana, takdir Allah bisa mengubahnya dalam waktu singkat.

Sejak pandemi hadir di Indonesia di bulan Maret, semua bentukan rencana dan hal-hal yang sudah dipersiapkan, menjadi mentah-sementah-mentahnya. Tak ada yang mampu mengembalikannya, bahkan hingga detik saya menulis ini, kita masih berada di tengah pandemi yang entah kapan usainya.

Aku dan Literasi

Tidak terasa, sudah hampir 12 tahun saya berkecimpung di dunia literasi, menjadi penulis buku, blogger dan mentor kepenulisan. Waktu yang cukup lama buat saya untuk mencintai dunia yang bersinggungan dengan bahasa dan buku ini. Karena kecintaan ini pula, saya sempat mengikuti pendidikan semi formal, long distance programme di Australian College di bidang creative writing.

Saya dan keluarga sangat mencintai buku. Lebih jauh lagi, sejak saya duduk di bangku SD keluarga kerap memanggil saya kutu buku karena buku adalah pegangan saya sehari-hari. Apalagi kala itu, anak-anak belum disuguhkan dengan konten-konten audiovisual dan teknologi layar sentuh yang kini hampir selalu ada dalam genggaman anak-anak era sekarang.

Mengatur Agenda Keseharian Homeschooling

 


Jadi, bagaimana sih keseharian para homeschoolers? Boleh ngintip dong….

Ada aja lho yang penasaran, hehehe. Tapi memang ya, di awal-awal homeschooling saya juga suka penasaran kepingin kepoin keluarga lain, ngapain aja sih sehari-harinya. Kegiatan saya udah bener belum? Saya udah ada di track yang benar atau salah?

Padahal ya Gaes, nggak ada yang salah atau benar dalam kegiatan homeschooling. Selama kita melakukannya penuh kesadaran dan kita terus berlatih untuk menjalani kehidupan sesuai pakem-pakem kehidupan yang kita anggap prinsip.