Perlengkapan Wajib Saat Travelschooling

Salah satu metode belajar dalam homeschooling keluarga kami adalah travelschooling. Ya, saat ini kami banyak melakukan perjalanan dan di dalamnya anak-anak mengalami proses belajar. Baik secara langsung, maupun tidak langsung.

Seperti yang pernah saya ceritakan dalam tulisan “Travelschooling, Cara Belajar Sambil Traveling", bahwa dalam setiap perjalanan sejatinya memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar. Seperti saat menemani saya berkunjung ke rumah teman, mereka saya siapkan sedemikian rupa sebelumnya. Salah satunya adalah persiapan adab. Saat berkunjung, mereka seperti sedang menjalani tes untuk kemudian dievaluasi. Secara tidak langsung, anak-anak belajar praktik adab bertamu di sini.

Napak Tilas Tiga Manula Jakarta - Cirebon

Trio kakek sok ganteng Sanip, Waluyo dan Liem (Tiga Manula) berhasil membuat perjalanan yang awalnya bikin deg-degan ini menjadi super fun. Karena awalnya ini adalah perjalanan biasa ketika kami akan ke Salatiga untuk mengikuti event Kamtasia. Namun akhirnya, tanpa sengaja, perjalanannya menjadi sebuah napak tilas Jalan-jalan Pantura ala Tiga Manula. Dan ini menjadi salah satu momen menghabiskan waktu bersama keluarga yang asyiiik banget.

Memulai Decluttering Barang di Rumah

 


 “Menjalani hidup minimal bukanlah tentang hidup kekurangan, tapi tentang bagaimana memiliki kebendaan sesuai kebutuhannya.”


Di Indonesia, bicara hidup minimal rasanya terasa lebih mudah, karena sebagian besar kita mendapat pendidikan dari orangtua untuk hidup hemat. Apalagi ditambah keuangan kita yang memang pas-pasan ya, hihihi.

Tapi kalau kita melihat lifestyle sebagian besar orang-orang negara maju, menjalani minimalist lifestyle ini tampaknya beraaat bener.

Hidup Minimalis

Setiap keluarga, baik secara bersama-sama maupun individual akan bertumbuh. Biasanya – ini mengukur dari pendapat pribadi – kita ingin berkembang menjadi lebih baik. Lebih makmur (baca: meningkat secara ekonomi), dimana di awal nikah oke lah kemana-mana naik motor butut. Tapi begitu punya anak dua harus udah bisa punya mobil, meskipun second.

Membiasakan Anak Mendirikan Shalat Lima Waktu


Saya merasakan sebuah tantangan tersendiri dalam mengajarkan anak shalat ketika sudah menjadi homeschooler, dimana program pendidikan anak dipegang sepenuhnya oleh keluarga. Karena sebelumnya, Naufal pernah menjalani pendidikan formal di kelas 1 dan dia mendapatkan ilmu tentang shalat lebih banyak di sekolah. Di rumah, kami tinggal mensinergikan pendidikan ini dan menerapkannya dalam keseharian selama mereka berada di rumah. Sisanya, sekolah yang memegang.

Kemudian, ketika menjadi keluarga Hser, semua urusan termasuk shalat adalah tanggung jawab orangtua. Mulai dari konsistensi mendirikan shalat pada waktunya, mengajarkan adab yang benar, bacaan-bacaan sholatnya, hafalan surat Al Qur’an dan yang paling penting adalah membuat anak-anak paham kenapa muslim harus mendirikan shalat.

Buku "Pojok Bermain Anak", Segudang Referensi Ide Bermain


Saya beberapa kali menerima pertanyaan seperti ini, “Apa kegiatan yang bisa dilakukan untuk anak usia batita atau balita?”

Seringkali saya menjawab dengan dua kata, “Bermain.” Karena sejauh yang saya ingat, ketika anak-anak saya berusia di bawah 6 tahun yang kami lakukan di rumah adalah bermain bersama.

Sebelumnya, kita bedakan dulu makna menemani anak bermain dengan bermain bersama, ya.

Seberapa Penting Ijazah bagi Anak Homeschooling

 


Kalau teman-teman adalah orangtua homeschooler, berapa sering menerima pertanyaan, “Bagaimana mendapatkan ijazah bagi anak yang homeschooling?” 

Bagi orangtua non homeschooler, pertanyaan apa yang akan terlintas di kepala saat memikirkan tentang homeschooling? “Bagaimana mendapatkan ijazahnya” kah? Kalau iya, artinya teman-teman masih normal :D.